Author

UPKK

Browsing
Klik gambar untuk informasi selengkapnya

ICE Institute atau Indonesia Cyber Education Institute, merupakan pusat kuliah online yang terakreditasi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Menyediakan bermacam kuliah online dari banyak Perguruan Tinggi dan penyedia pembelajaran daring di seluruh Indonesia.

Tujuan utama dari ICE Institute adalah untuk memfasilitasi penyediaan pendidikan berkualitas sekaligus menjamin kualitas layanan pembelajaran daring jarak jauh. Lewat ICE Institute, pengguna akan termudahkan dalam memiliih kuliah online yang tepat untuk pengembangan karir era Industri 4.0.

ICE Institute adalah jawabn untuk menyongsong era revolusi Industri 4.0 yang telah mengubah cara pendang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekedar cara mengajar, teteapi jauh yang lebih esensial, yakni perbahan cara pandang terhadap konsep pendidikan menjadi holistik, bukan lagi parsial.

Dalam era revolusi Industri 4.0 segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited). Ini terjadi karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin.

Selain untuk menghadapi era Industri 4.0. ICE Institute diharapkan mampu berperan dalam peningkatan perluasan akses dan pemerataan kualitas pendidikan untuk mendorong Angka Partisipasi Pendidikan (APK) menjadi 40%. ICE Institue juga akan membantu pemenuhan kebutuhan lifelong learner melalui penyediaan sistem dan content pembelajaran bermutu yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Beberapa tahun terakhir, tren terkait pekerjaan ramah lingkungan atau Green jobs sedang marak diperbincangkan. Hal ini dikarenakan green jobs menjadi simbol dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan, serta mampu melestarikan lingkungan. Atas dasar tersebut zonaebt.com akan menyelenggarakan kegiatan Webinar Green Jobs yang mengusung tema “Unlocking The Indonesian Green Jobs Opportunity”.

Bersama dengan ini, kami mengundang Bapak/Ibu serta mahasiswa untuk mengikuti acara webinar tersebut yang akan diselenggarakan pada:

Tanggal : Sabtu, 14 Mei 2022

Waktu : 08.00-10.45 WIB

Tempat : Zoom Meeting dan live streaming Youtube

Link Pendaftaran : zonaebt.com/register-event

Bagimana strategi Teh Pucuk Harum yang berhasil menggeser kedudukan Teh botol sosro dan memenangkan persaingan. Yuk kita lihat strateginya

Teh pucuk harum berada di posisi tertinggi minuman teh dalam kemasan menurut Top brand Index fase 1 tahun 2022. Padahal, kita semua pasti tau bahwa Brand teh botol sosro sempat menjadi top of mind dengan tagline nya yg terkenal “Apapun makannya minumnya teh botol sosro”

Image

Beberapa strategi yang diambil oleh Teh Pucuk Harum adalah :

  1. Diferensiasi

Pada tahun 2011, Teh pucuk harum mengedukasi customer dengan kalimat “teh terbaik ada di pucuknya”. Betul, pasti masih pada ingat iklan ulat bulu yang “Pucuk pucuk pucuk”

  • Konsisten dan Berani

Untuk menancapkan kuat kata-kata “pucuk” di benak konsumen, Mayora juga berani mengeluarkan budget iklan yg cukup tinggi. Menurut Adquest Nielsen, di tahun 2011 Mayora mengeluarkan dana 2 kali lipat dari teh sosro untuk iklan di televisi yakni Rp94,55 miliar.

  • Jeli membaca kebutuhan pasar dan melihat kelemahan kompetitor. seperti
  • Teh pucuk mengetahui rasa dari teh sosro yang “nyangkut” di tenggorokan sehingga mereka membuat inovasi teh yang “menyegarkan dan ga bikin nyangkut”
  • Teh pucuk mengetahui karakter millenial yang tidak loyal, dan jeli terhadap harga. Sehingga menawarkan produk yang lebih murah, lebih banyak, dan kemasannya travel size

“Generasi muda itu tidak terlalu brand loyal. Mereka lebih siap mencoba produk baru. Untuk itulah, inovasi menjadi kunci,” ujar Triyono yang juga direktur di PT Coca Cola Indonesia yang memproduksi RTD tea merek Frestea.

Coba dari ketiga cara ini mana yg bisa kita terapkan supaya brand kita sukses dan dikenal ? selamat mencoba

Sumber: twitter/erahmat_id

Lagi proses seleksi kerja/beasiswa? Suka bingung sama pertanyaan ini?

1. Sebelumnya kamu ngapain aja?

2. Apa prestasi/pencapaian kamu?

3. Kelemahan kamu apa?

Coba pakai STAR framework. Ini ngebantu bikin kalimat yang rapi ala ‘storytelling’ dan mudah dipahami.

  1. SITUATION

Jelasin dulu kondisinya. Latar belakang masalah, konteks, data yang ada, atau apapun biar orang paham apa yang sedang terjadi. Jangan tiba-tiba  jelasin soal kamu.

Misal, “ketika saya bergabung, timnya cuma berdua dan harus menangani 5 project skala nasional bersamaan.” dst

  • TASK

Lanjut ke tugas. Kamu disuruh apa? Atau kamu punya inisiatif apa dari situasi tersebut? Serta jelasin kenapa itu penting.

Misal, “karena tidak ada dokumen progress tracking yg rapi. Jadi saya ditugaskan untuk merapikan project management biar tahu apa yang belum dan sudah.”

  • ACTION

Tindakan yg kamu lakuin. Jelasin runtut kamu ngapain saja, dari yg paling high-level atau esensial sampai detail relevan utk dijelasin.

Missal “Lantas saya buat google sheet bersama buat tim & para vendor plus meeting mingguan. Semua progress, kendala & MoM (minutes of meeting)  ditulis di situ.”

  • RESULT

Hasil dari tindakanmu. Apa dampak yg kamu & semua pihak terlibat rasakan dalam proses tadi secara nyata dan terkait langsung sama pekerjaan.

Misal, “Hasilnya, kelima project bisa dijalankan tanpa kendala berarti. Semua laporan keuangan tercatat rapi. Efeknya ada penghematan 20% yang menguntungkan perusahaan”

Simple kan, yuk bisa diaplikasikan saat kamu apply lowongan kerja. Selamat mencoba dan salam sukses.

Sumber: twitter/angga_fzn

Para alumni pasti pernah dong mengalami kesulitan dalam menyusun resume. Berbeda dengan CV yang memiliki jumlah halaman bisa lebih dari halaman, resume biasanya memiliki informasi lebih singkat, padat dan hanya satu halaman. Nah menjadi tantangan Ketika kamu harus dapat menggambarkan informasi secara efektif serta resume harus dibuat dan disesuaikan untuk setiap pekerjaan yang ingin kamu lamar.

Untuk mengulik lebih lanjut tips dan membuat resume dapat menklik tautan berikut https://t.co/GWgXuPx4Bi 

Selamat mencoba dan salam sukses

Sumber: Harvard.edu

Satu lagi tenant binaan UPKK Unimed mengukir prestasi di tingkat nasional. Borna (Ikon Baru Sumatera Utara) Universitas Negeri Medan berhasil raih juara 3 dalam event Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XII Tahun 2021 kategori Industri  yang diumumkan pada Jumat, 19 November 2021.

KMI Expo merupakan agenda rutin tahunan yang  diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa, Ditjen Diktiristek, Kemdikbudristek dan diikuti wirausaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pelaksanaan KMI Expo XII 2021 ini diselenggarakan di Universitas Brawijaya secara blended (online dan offline).

Produk Borna ialah produk fashion berupa tas  ramah lingkungan berbahan baku limbah ranting rambutan yang dikelola secara apik dan sustainable. Adapun Founder dari produk Borna ialah Muhammad Akhyar Al Fachri yang berasal dari prodi Seni Rupa stambuk 2017  Universitas Negeri Medan dan timnya yaitu 1) Firda Elysa (Seni Rupa), 2) Eliza Olga Pramita (Sastra Indonesia), 3) Dini Lestari ( Pendidikan Ekonomi) dan, 4) Widya Pratiwi (Manajemen).

Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. mengapresiasi dan menggungkapkan rasa bangga kepada Tim Borna yang telah memperoleh prestasi meraih juara 3 dalam event Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XII Tahun 2021. Tentu ini menjadi kebanggaan kita semua, mahasiswa Unimed dapat bersaing dengan kampus-kampus lain secara nasional. Semoga juga prestasi ini bisa terus dikembangkan dan menjadi peluang bisnis di masa depan. 

Harapannya produk Borna dapat menjadi salah satu produk unggulan Sumatera Utara yang dapat meningkatkan kualitas perekonomian khususnya di Sumatera Utara dan mampu bersaing hingga kancah internasional

Fighter Brand Strategy“, yang bisa bunuh produknya sendiri demi popularitas produknya yang lain.

Pic: aqua-vit-home-service.business.site

Fighter Brand : strategi perusahaan membuat brand baru agar brand lain miliknya bisa berkembang lebih populer dan kompetitif pada satu jenis produk. Strategi ini mirip sama sub brand, tapi tujuannya beda. Brand baru seolah di “anak tirikan” biar brand lama bisa populer.

ambil contoh Aqua-Vit yang masih satu pemilik. Target marketnya beda, Vit lebih fokus ke low price dan Aqua fokus ke best product. Tapi Vit cenderung “di anak tirikan”, karena promosinya jomplang dibanding Aqua yang masif banget promosinya.

Tapi inilah strateginya. Tujuannya biar kompetitor kewalahan, bingung harus fokus lawan Vit yang low price atau fokus fight sama Aqua. Pihak Aqua sih tenang aja, kalau Aqua diserang habis habisan, tinggal maksimalin promosi nya Vit yang low price.

Ini juga berlaku sama Garuda-Citilink atau Pantene-Rejoice. Berusaha meramaikan kompetisi dan memecah fokus kompetitor.

Sumber: twitter/belajarlagiHQ